KELURAHAN WARUNGBOTO PUNYAI SEMBILAN POSBINDU

 

Kelurahan Warungboto yang berada di wilayah Kota Yogyakarta yang padat penduduk, sebentar lagi punya wadah konsulatasi kesehatan warga yakni Posbindu, dengan adanya Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) utamanya untuk Penyakit Tidak Menular, hal ini disampaikan Dwi Wahyuhi Ketua Pokja IV TPP Kelurahan Warungboto, dalama cara Sosialisai Pembekalan Kader Posbindu, di Ruang Nakula, Selasa (21/06).

Ditambahkan Yuni, ini adalah bentuk sinergisitas antara warga masyarakat dengan Puskesmas, hal ini adalah strategi dari Kementrian Kesehatan, salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sekaligus promotif dan preventif, apalagi dalam menanggulangi penyakit tidak menular (PTM)

Diantara penyakit tidak menular yang semakin menghawatirkan ini adalah diabetes, hipertensi, obesitas bahkan penyakit jantung. Banyak sekali factor risiko terkena PTM meliputi merokok, polamakan tidak sehat, kurang olahraga dan bahkan kekurangan gizi. Oleh karena itu, sasaran posbindu sudah beda dari sasaran posyandu, dimana Posyandu lebih mencakup kepada bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan wanita usia subur. Sedangkan untuk posbindu, sasaran masyarakat lebih kepada kelompok masyarkat usia 15 tahun keatas.

Sementara itu ditemui di Ruang Kerjanya, Lurah Warungboto Agus Supratikno, S.Sos. MM, mengatakan, pihaknya sangat mendukung layanan yang berbasis masyarakat ini, karena warga masyarakat dapat berkonsultasi masalah kesehatan dengan petugas kader kesehatan diwilayahnya tidak canggung. Selain itu warga masyarakat yang khususnya lansia tidak harus ke Puskesmas untuk konsultasi masalah keluhan ringan yang dirasakan cukup dengan kader Kesehatan yang ada di wilayah.

“Kami dari pihak Kelurahan Warungboto pada Prinsipnya mendukung Gerakan Mulia ini, dengan harapan kualitas kesehatan masyarakat akan lebih meningkat, sebab akses berkonsultasi masalah kesehatan akan lebih dekat dan mudah cukup dengan kader kesehatan yang ada di wilayah, hal ini untuk mendeteksi secara dini penyakit yang di indap, jadi untuk mengontrol lebih cepat”, kata Agus

Agus menambahakan, dukungan ini berbentuk administrasi dengan memberikan Surat Keputusan kepada kader yang ada di tingkat RW, selain dukungan administrasi, pihaknya juga memberikan dukungan sarana dan prasarana berbentuk alat ukur tekanan darah dan alat ukur tinggi badan.